Bubuk L-Sistein Alami
L-Sistein alami dapat diperoleh dari makanan dan suplemen makanan sebagai alternatif pengganti L-Sistein sintetis yang diproduksi melalui sintesis kimia. L-Sistein alami secara kimia identik dengan versi sintetisnya, tetapi umumnya dianggap sebagai alternatif yang lebih alami dan berkelanjutan. L-Sistein alami dapat diperoleh dari sejumlah sumber tanaman seperti bawang putih, bawang merah, dan brokoli. L-Sistein alami juga dapat diproduksi oleh bakteri tertentu seperti Escherichia coli dan Lactobacillus bulgaricus. Sumber alami L-Sistein dianggap aman untuk dikonsumsi dan sering digunakan sebagai bahan dalam banyak suplemen makanan dan produk makanan fungsional. Selain penggunaannya dalam makanan, L-Sistein alami juga telah dipelajari potensi manfaat kesehatannya. L-Sistein alami diketahui memiliki sifat antioksidan, yang dapat membantu melindungi dari kerusakan sel dan mengurangi risiko penyakit kronis seperti kanker dan penyakit kardiovaskular. L-Sistein juga telah terbukti mendukung fungsi hati dan membantu mendetoksifikasi zat berbahaya dalam tubuh.
L-Sistein adalah senyawa serbaguna dengan berbagai kegunaan dalam pengolahan makanan dan industri lainnya. Senyawa ini umumnya digunakan sebagai pengondisi adonan dan agen pereduksi dalam produk roti, serta sebagai penambah rasa dalam beberapa makanan karena aromanya yang khas. L-Sistein juga digunakan dalam produksi suplemen nutrisi, kosmetik, dan farmasi. Salah satu manfaat terpenting L-Sistein adalah kemampuannya untuk meningkatkan kualitas gluten dan mempercepat proses fermentasi dalam pembuatan roti. Senyawa ini membantu melemahkan struktur protein dengan membentuk dan memutus ikatan disulfida, yang memungkinkan adonan meregang dan mengembang lebih mudah. Akibatnya, waktu dan energi yang dibutuhkan untuk pencampuran menjadi lebih sedikit. Sifat L-Sistein ini menjadikannya bahan penting dalam banyak resep roti dan meningkatkan kualitasnya secara keseluruhan.
| Produk: | l-sistein | Nomor EINECS: | 200-158-2 |
| Nomor CAS: | 52-90-4 | Rumus Molekul: | C3H7NO2S |
| Barang | Spesifikasi |
| Sifat Fisik | |
| Penampilan | Bubuk |
| Warna | putih pucat |
| Bau | Ciri |
| Ukuran Jala | Ukuran jala 100% hingga 80% |
| Analisis Umum | |
| Identifikasi Keton Raspberry Kehilangan Berat Akibat Pengeringan | Sama persis dengan sampel RS. 98% ≤5,0% |
| Abu | ≤5,0% |
| Kontaminan | |
| Residu Pelarut | Temui Eur.Ph6.0<5.4> |
| Residu Pestisida | Temui USP32<561> |
| Timbal (Pb) | ≤3,0 mg/kg |
| Arsenik (As) | ≤2,0 mg/kg |
| Kadmium (Cd) | ≤1,0 mg/kg |
| Merkuri (Hg) | ≤0,1 mg/kg |
| Mikrobiologis | |
| Jumlah Total Piring | ≤1000cfu/g |
| Ragi & Jamur | ≤100cfu/g |
| E. coli. | Negatif |
| Salmonella | Negatif |
1. Kemurnian: Produk ini sangat murni, dengan tingkat kemurnian minimum 98%. Hal ini memastikan bahwa produk bebas dari kotoran dan kontaminan.
2. Kelarutan: Senyawa ini sangat larut dalam air dan pelarut lainnya, sehingga mudah untuk dimasukkan ke dalam berbagai formulasi.
3. Stabilitas: Produk ini stabil dalam kondisi penyimpanan normal dan tidak mudah rusak. Hal ini membantu menjaga kualitasnya dari waktu ke waktu.
4. Warna putih: Warnanya putih, sehingga mudah digunakan dalam berbagai produk makanan dan suplemen tanpa memengaruhi penampilannya.
5. Rasa dan aroma: Hampir tidak berbau dan memiliki rasa sedikit manis, sehingga mudah digunakan dalam berbagai produk makanan tanpa memengaruhi rasanya.
6. Bebas alergen: Produk ini bebas alergen dan aman digunakan oleh individu dengan berbagai batasan diet.
Secara keseluruhan, bubuk L-Sistein alami adalah bahan berkualitas tinggi yang menawarkan beberapa manfaat bagi industri makanan dan suplemen. Kemurniannya, kelarutannya, stabilitasnya, warnanya yang putih, rasanya, dan sifatnya yang bebas alergen menjadikannya bahan yang serbaguna dan ideal untuk berbagai macam aplikasi.
Bubuk L-Sistein alami memiliki berbagai manfaat kesehatan, antara lain:
1. Sifat antioksidan: mengandung gugus sulfhidril yang bertindak sebagai antioksidan. Ini membantu menetralkan radikal bebas berbahaya yang dapat menyebabkan kerusakan sel dalam tubuh.
2. Dukungan kekebalan tubuh: Ini membantu mendukung fungsi kekebalan tubuh dengan mendukung produksi glutathione, yang merupakan antioksidan kuat yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.
3. Detoksifikasi: Membantu mendetoksifikasi tubuh dengan mengikat racun dan logam berat dalam tubuh dan membuangnya melalui urin.
4. Kesehatan pernapasan: Digunakan untuk mengobati kondisi pernapasan seperti bronkitis, PPOK, dan asma. Membantu mengencerkan lendir dan meningkatkan fungsi pernapasan.
5. Kesehatan kulit dan rambut: Dapat membantu meningkatkan kesehatan kulit dan rambut dengan mendorong produksi kolagen, mengurangi kerutan, serta memperbaiki tekstur dan pertumbuhan rambut.
6. Kesehatan hati: Suplemen ini dapat mendukung fungsi hati dengan mendukung produksi glutathione, yang penting untuk detoksifikasi dan kesehatan hati.
Secara keseluruhan, ia menawarkan beberapa manfaat kesehatan, termasuk sifat antioksidan, pendukung sistem kekebalan tubuh, detoksifikasi, dan pendukung pernapasan. Ini adalah nutrisi berharga untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Bubuk L-Sistein alami memiliki berbagai macam aplikasi di berbagai industri, termasuk:
1. Industri makanan: digunakan sebagai pengondisi adonan dalam produk panggang seperti roti, kue, dan kulit pizza. Ini membantu meningkatkan tekstur, pengembangan, dan elastisitas adonan. Selain itu, juga digunakan sebagai penambah rasa dalam produk makanan gurih seperti sup dan saus.
2. Industri suplemen: digunakan dalam suplemen makanan karena sifat antioksidannya. Membantu melindungi dari kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Juga digunakan untuk detoksifikasi dan mendukung sistem kekebalan tubuh.
3. Industri kosmetik: digunakan sebagai bahan dalam produk perawatan rambut seperti sampo dan kondisioner. Ini membantu meningkatkan kekuatan dan tekstur rambut serta dapat mendorong pertumbuhan rambut. Selain itu, digunakan juga dalam produk perawatan kulit sebagai antioksidan dan untuk sifat anti penuaannya.
4. Industri farmasi: digunakan sebagai bahan dalam sirup obat batuk dan ekspektoran. Membantu memecah lendir dan memudahkan batuk. Juga digunakan sebagai suplemen untuk mengobati kondisi seperti penyakit hati berlemak dan penyakit paru-paru.
Silakan lihat diagram alur produk kami di bawah ini.
Bubuk L-Sistein alami biasanya diproduksi melalui proses fermentasi dari strain bakteri tertentu, khususnya E. coli atau ragi roti (Saccharomyces cerevisiae). Strain bakteri ini direkayasa secara genetik untuk menghasilkan L-Sistein. Proses fermentasi melibatkan pemberian makan bakteri dengan sumber gula, biasanya glukosa atau molase, yang kaya akan sulfur. Bakteri kemudian mengubah sulfur dan nutrisi lain dalam sumber gula menjadi asam amino, termasuk L-Sistein. Asam amino yang dihasilkan kemudian diekstraksi dan dimurnikan untuk menghasilkan bubuk L-Sistein alami.
Penyimpanan: Simpan di tempat yang sejuk, kering, dan bersih. Lindungi dari kelembapan dan cahaya langsung.
Kemasan Curah: 25kg/drum.
Waktu Pemrosesan: 7 hari setelah pesanan Anda.
Masa simpan: 2 tahun.
Catatan: Spesifikasi yang disesuaikan juga dapat dicapai.
20kg/karung
Kemasan yang diperkuat
Keamanan logistik
Cepat
Berat badan di bawah 100kg, 3-5 hari
Layanan antar-jemput mudah untuk mengambil barang.
Melalui Laut
Lebih dari 300 kg, sekitar 30 hari
Dibutuhkan broker bea cukai profesional untuk layanan antar pelabuhan.
Melalui Udara
100kg-1000kg, 5-7 Hari
Dibutuhkan broker jasa pengurusan bea cukai profesional untuk layanan antar bandara.
Bubuk L-Sistein Alami bersertifikasi ISO, HALAL, KOSHER, dan HACCP.
NAC (N-asetilsistein) adalah bentuk modifikasi dari asam amino L-sistein, di mana gugus asetil terikat pada atom sulfur yang terdapat dalam L-sistein. Modifikasi ini meningkatkan kelarutan dan stabilitas asam amino, sehingga lebih mudah diserap dan digunakan oleh tubuh. NAC juga merupakan prekursor glutathione, antioksidan penting dalam tubuh. Meskipun NAC dan L-sistein memiliki manfaat kesehatan yang serupa, seperti mendukung fungsi hati dan meningkatkan kesehatan pernapasan, keduanya tidak sepenuhnya sama. NAC memiliki beberapa manfaat unik karena modifikasinya dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti L-sistein tanpa berkonsultasi dengan profesional kesehatan.
L-Sistein adalah asam amino yang umumnya berasal dari sumber hewani seperti bulu unggas dan bulu babi. Namun, asam amino ini juga dapat diproduksi melalui fermentasi mikroba atau disintesis secara kimia. Meskipun L-Sistein berpotensi diperoleh dari bahan nabati seperti kedelai, umumnya dianggap lebih sulit dan mahal untuk diekstraksi dari sumber nabati. Akibatnya, L-Sistein sebagian besar diperoleh dari sumber hewani atau diproduksi secara sintetis.
Baik L-Sistein maupun N-asetilsistein (NAC) adalah sumber sistein, asam amino yang merupakan bahan pembangun penting untuk protein dalam tubuh. Meskipun keduanya dapat memberikan manfaat serupa, NAC seringkali lebih disukai daripada L-Sistein karena penyerapan dan bioavailabilitasnya yang lebih baik. NAC juga lebih umum digunakan sebagai suplemen daripada L-Sistein karena merupakan bentuk sistein yang lebih stabil dan mudah diserap oleh tubuh. NAC juga dikenal karena sifat antioksidannya, yang dapat membantu melindungi tubuh dari radikal bebas berbahaya. NAC sering digunakan untuk mendukung kesehatan pernapasan, fungsi hati, dan fungsi sistem kekebalan tubuh. Namun, perlu dicatat bahwa baik L-Sistein maupun NAC mungkin memiliki potensi efek samping dan harus dikonsumsi di bawah bimbingan profesional kesehatan. Penting juga untuk memilih suplemen berkualitas tinggi dari produsen terkemuka untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.
Sistein ditemukan dalam makanan berprotein tinggi seperti daging, unggas, ikan, dan produk susu. Sumber sistein lainnya yang baik termasuk kedelai, lentil, dan biji-bijian utuh. Berikut beberapa contoh kandungan sistein spesifik dari beberapa makanan umum per 100 gram:
- Dada ayam: 1,7 gram
- Dada kalkun: 2,1 gram
- Daging pinggang babi: 1,2 gram
- Tuna: 0,7 gram
- Keju cottage: 0,6 gram
- Kacang lentil: 1,3 gram
- Kedelai: 1,5 gram
- Oat: 0,7 gram. Perlu dicatat bahwa sistein adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh kita dari asam amino lain, sehingga tidak dianggap sebagai nutrisi esensial. Namun, sumber sistein dari makanan tetap bermanfaat untuk menjaga kesehatan yang baik.
Sistein dan L-Sistein sebenarnya adalah asam amino yang sama, tetapi keduanya dapat terdapat dalam bentuk yang berbeda. L-Sistein adalah bentuk spesifik sistein yang umum digunakan dalam suplemen nutrisi dan aditif makanan. Huruf "L" dalam L-Sistein merujuk pada stereokimia, yaitu orientasi struktur molekulnya. L-Sistein adalah isomer yang ditemukan secara alami dalam protein dan mudah diasimilasi oleh tubuh, sedangkan isomer D-sistein kurang umum dan tidak mudah dimetabolisme dalam tubuh. Oleh karena itu, ketika merujuk pada L-Sistein, biasanya mengacu pada bentuk yang paling aktif secara biologis dan umum digunakan dalam aplikasi nutrisi dan industri.
Sistein adalah asam amino yang ditemukan dalam banyak sumber protein, termasuk produk hewani seperti daging, unggas, ikan, dan susu, serta sumber nabati. Beberapa sumber sistein nabati terbaik adalah: - Legum: Lentil, buncis, kacang hitam, kacang merah, dan kacang putih semuanya kaya akan sistein. - Quinoa: Biji-bijian bebas gluten ini mengandung semua sembilan asam amino esensial, termasuk sistein. - Oat: Oat merupakan sumber sistein yang baik, dengan 100 gram oat mengandung sekitar 0,46 gram sistein. - Kacang-kacangan dan biji-bijian: Kacang Brazil, biji bunga matahari, dan biji wijen semuanya merupakan sumber sistein yang baik. - Kubis Brussel: Sayuran silangan ini merupakan sumber vitamin, serat, dan sistein yang sempurna. Meskipun sumber sistein nabati mungkin memiliki kadar keseluruhan yang lebih rendah daripada sumber hewani, masih mungkin untuk mengonsumsi sistein dalam jumlah yang cukup dalam diet nabati dengan memasukkan berbagai sumber ini ke dalam diet Anda.




